Liputan24.Net, Batulicin — Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin turun tangan memantau langsung perkembangan pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru, Selasa (6/10/2026). Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan proyek infrastruktur strategis tersebut berjalan sesuai tahapan dan standar kualitas yang ditetapkan.

Didampingi Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Bidang Bina Marga Robby Cahyadi, pihak kontraktor, pengawas, serta tim laboratorium, Gubernur H. Muhidin mengecek langsung pekerjaan konstruksi di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

Di lokasi peninjauan, Gubernur menerima paparan langsung dari pelaksana terkait perkembangan fisik jembatan yang menjadi dambaan masyarakat Banua tersebut.

“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di jalur dari Batulicin menuju arah tengah yang dikerjakan oleh pihak kontraktor,” ujar H. Muhidin.

Berdasarkan laporan pengawas di lapangan, pengerjaan fisik di salah satu segmen jalur Batulicin telah mencapai panjang sekitar 1.000 meter dengan bentang jarak antartiang masing-masing sekitar 50 meter.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut terbagi dalam beberapa paket pekerjaan besar yang melibatkan sinergi sejumlah badan usaha terkemuka:

  • Sisi Batulicin: Pengerjaan sepanjang kurang lebih 1 kilometer dilaksanakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA).
  • Sisi Kotabaru: Pengerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer ditangani oleh PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.

Secara keseluruhan, jembatan megah ini dirancang memiliki panjang total sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter. Proyek dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp7,95 triliun ini dibiayai melalui skema kolaborasi pendanaan pusat dan daerah, termasuk APBD Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkab Kotabaru, serta anggaran multiyears Kementerian PUPR.

Dari sisi teknis, jembatan utama dirancang menggunakan struktur cable-stayed modern yang dilengkapi dua pylon atau tiang utama setinggi kurang lebih 100 meter, serta bentang utama sepanjang kurang lebih 505,5 meter. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan box girder, pile slab, serta jalan pendekat (approach road) sepanjang 1.500 meter di sisi Batulicin dan 1.250 meter di sisi Kotabaru.

Pembagian tugas konstruksi juga melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan yang menangani bentang utama cable-stayed dan sebagian jalan pendekat Kotabaru (547,25 meter), sementara sisanya dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalsel.

Megaproyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2028 dan siap difungsikan sepenuhnya pada tahun 2029.

Dengan tersambungnya Jembatan Pulau Laut nantinya, Gubernur Muhidin optimis konektivitas antarkabupaten akan semakin kuat, sekaligus mendongkrak kelancaran mobilitas warga, efisiensi distribusi logistik, serta menggerakkan roda perekonomian regional di Kalimantan Selatan.